TRADISI MUDIK

Tradisi mudik sepertinya tidak akan pernah hilang dari tanah air tercinta kita Indonesia. Demi bertemu sanak keluarga di ahri lebaran apapun rela dilakukan, berdesak – desakan di dalam kereta, berlelah – lelah setelah menempuh puluhan bahkan ratusan kilometer dengan menggunakan motor, berhimpitan dengan barang bawaan di dalam bus sampai dengan bermacet – macet ria di jalanan .Kelelahan selama perjalanan menuju kampung halaman memang tidak sebanding dengan apa yang dirasakan ketika bertemu sanak keluarga yang menanti dengan penuh harap. Setiap tahun, pemandangan mudik selalu dapat kita rasakan (baik kita rasakan sendiri maupun melalui siaran televisi).

Saya termasuk salah satu dari sekian banyak orang yang mengikuti tradisi mudik hampir setiap tahunnya, termasuk tahun ini. H+1 lebaran saya beserta keluarga bersiap berangkat dari Malang menuju Trenggalek (tempat kelahiran bapak). Kami berangkat H+1 dengan asumsi bahwa arus Malang-Trenggalek sudah mulai lancar. Nyatanya dugaan kami salah, sesampai di Kepanjen kami dihadapkan pada kemacetan. Cuaca panas terik cukup menyiksa pada saat macet melanda.

Kemacetan di jembatan Metro Kepanjen-Malang
Suasana setelah jembatan Metro, Kepanjen-Malang

Di daerah Sumberpucung kemacetan sudah mulai terurai (alhamdulillah). Perjalanan pun kami lalui dengan lacar. Sesampai di Bendungan Lahor (perbatasan Malang-Blitar), kami memutuskan untuk istirahat sejenak sambil menikmati segarnya es dawet yang dijual di area sekitar Bendungan. Di bendungan Lahor ini, tidak hanya kami saja yang beristirahat, tetapi puluhan pemudik pun melakukan hal yang sama. Sepertinya cukup menggiurkan keuntungan yang diperoleh para penjual di area bendungan ini (hmm otak bisnis mulai jalan he..he..he..). Setelah melepas lelah, kami melanjutkan perjalanan agar secepatnya sampai di Trenggalek. Dan alhamdulillah, dengan kemacetan yang saya alami di beberapa tempat ditambah lagi bapak yang saat itu terserang masuk angin (padahal cuma bapak yang bisa mengemudi) kami pun bisa sampai di Trenggalek dengan selamat.

Tempat Peristirahatan di area Bendungan Lahor-Malang

Begitulah pengalaman mudik yang yang bisa saya bagikan kepada Anda. Bagaimana dengan mudik Anda? Semoga Andapun selamat sampai tujuan. ^_^V

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s